Menyusul cerita Harpot yang terdahulu, berikut ini adalah cerita petualangan Harpot ma cewek yang pertama kali dia jumpa di keretaapi Hogwarts Express pada tahun pertama skolahnya di Hogwarts, Hermione Granger, yang dilafalkan Ermaini. Ermaini sebenernya suka ma Harpot sejak awal perjumpaan mereka tapi yang empunya cerita menjodohkan dia dengan sahabat mrke aberua, Ron Weasley, abang dari Ginny yang blakangan menjadi istri Harpot. Cerita ini mengambil setting setelah perang besar Hogwarts usai dengan musnahnya Voldemort dan gengnya. Ermaini dan 2 sahabatnya, Ron dan Harpot, kembali menyelesaikan tahun ke 7 mereka di Hogwarts. Ketika ada liburan panjang, Ermaini mengajak ke 2 sahabatnya liburan dirumahnya, tapi Ron ada keperluan lain sehingga hanya Harpot yang ikut denganm Ermaini, Sayangnya dirumah Ermaini, ayah nya sedang mengikuti konferensi Para Ahli Gigi se Eropa, di Belanda, jadi tinggallah mereka berdua berlibur di rumah Ermaini karena ibunya menemani ayahnya menghadiri konfernesi di Belanda itu. Seperti biasa, cerita ini ditulis dari sudut pandang prempuan.
Aku menikmati sekali hanya berdua dengan Harpot, lelaki yang aku suka sejak awal, hanya gak tau kenapa yang empunya cerita menjodohkan aku dengan Ron. Dirumah kami hanya maen saja atau jalan2 kesana kemari menghabiskan waktu berdua, Harpot tanpa sungkan selalu menggandeng aku atau bahkan memeluk aku kalo kita sedang berada diluar rumah. Sore itu, aku ke supermarket ma dia untuk belanja kebutuhan kami berdua selama berada dirumah ku, itu sore pertama sejak kehadiran kami berdua di rumahku. Di rumah ortu ku ada persediaan lengkap sebenernya, sehingga kamu hanya beli camilan dan minuman yang tidak tersedia dirumah untuk mengisi waktu iseng aja. Karena supermarket gak jauh dari rumah kami jalan santai aja, selama perjalanan pergi pulang dan selama di supermarket Harry ngisengin aku terus sampe aku ketawa ketiwi aja jadinya, blanjaan lumayan banyak karena kami laper mata, semua yang kliatan enak dibeli aja. Harry yang bawakan blanjaannya tapi dia sepanjang jalan pulang terus ja ngisengin aku, menggandeng aku, memeluk aku.
"May, pegel ni, blanjaannya banyak si, pijitin aku dong", kata Harry ssmbil baring di sofa, dia selalu manggil aku May kalo sedang berdua aja. kesannya gimana gitu kalo aku di panggil May gitu. "Kamu bisa mijet kan May". "Bisa mas dikit2 tapi ya tidak seahli tukang pijit beneran", jawabku. "Emangnya ada tukang pijit boongan", godanya sambil mengajakku masuk kamar. Aku jadi menebak2 dia pengen dipijit atau mijit aku nih, tapi kuturuti ajakannya masuk kamarnya. Dia berbaring telungkup di ranjang dan aku mulai memijit kakinya, mulai dari telapak kaki sampai ke paha. Otot kaki dan pahanya keras, "Kamu kapan olahraganya si, kok ototnya kenceng gini", kataku. "Kan kita banyak jalan kesana kemari kalo di skolah, pasti otot2 kamu juga kencenglah May, nti gantian ya aku mijet kamu". Ser rasanya waktu dia bilang gitu ke aku, kayanya bener ni dia pengen mijet2 aku, lebi tepatnya meraba2 aku, biarlah kupikir, pengen juga ku mesraan ma dia mumpung cuma berdua aja. Aku sengaja memijat bagian paha sebelah dalam, sekalian untuk ngetes apakah dia punya udang dibalik bakwan gak. "Aduh May enak tapi geli", katanya setiap kali kusentuh paha sebelah dalam. Dia mengangkangkan pahanya dan sesekali kusenggol slangkangannya, terasa ada sesuatu yang keras didalamnya. Rupanya dia udah mulai terangsang dan ngaceng. Pijatan beralih ke pantat dan punggungnya. Bagian ini masih tertutup celana pendek dan kaosnya. "Har enaknya kaosnya dibuka deh supaya mijetnya bisa tuntas", kataku dan dia langsung melepas kaosnya dan kembali telungkup. Punggungnya juga berotot walaupun badannya gak besar2 amat. Pijatanku mulai dari bagian bahu. Aku mengambil posisi mengangkangi badannya.
Setelah bahu dan punggung, kini pijatanku mengarah ke bongkahan pantatnya. Mulanya aku memijat dari luar celananya, tapi gak bisa tuntas. "Har, celananya mengganggu nih", kataku. "Dilepas aja ya May", jawabnya sambil langsung melepas celana pendeknya. Sekelebat tampak Kon tolnya menonjol sekali dibalik cdnya, kelihatannya besar dan panjang dan sudah keras sekali. Dia kembali menelungkup. Pijatan mulai mengeksploitir bagian pantat dan pangkal paha. Jariku memijit belahan pantatnya dan hampir menyentuh biji pelernya. Dia sepertinya tidak perduli dengan jamahanku.
Selesai dengan pantatnya, aku minta dia telentang. Benar penglihatanku, Kon tolnya besar dan panjang sampai kepalanya nongol dari bagian atas cdnya melewati. "Ih kok ngaceng si", kataku manja sambil menduduki kon tolnya. Terasa sekali kontol itu mengganjal pantatku. Aku mulai lagi dari bahu, untuk melemaskan bagian itu. Perlahan-lahan lalu turun ke bawah kedadanya. Dia hanya tersenyum saja memandangi wajahku. "Kamu cantik sekali May", katanya merayu, sepertinya dia sudah tidak bisa mengendalikan napsunya."Gombal, dah sekian lama kenal aku baru skarang kamu bilang aku cantik". "Bisnya kan gak perna duaan gini, kalo depan Ron ngomongnya nti dia cemburu". Aku sengaja menggeser2 pantatku di Kon tolnya. Pentilnya tampak mengeras, dan sesekali kupilin. Aku minta dia menarik nafas ketika kupilin pentilnya lalu pelan-pelan menghembuskannya. "MAy", lenguhnya. "Kenapa, sakit ya". "Enggak sakit kok cuma merinding semua badanku".
Setelah puas memlintir pentilnya aku mulai turun ke perut. Perutnya kencang dan tidak berlemak, kepala Kon tolnya yang nongol dari atas cdnya seakan mengundangku untuk meremasnya. Aku juga terangsang melihatnya. Aku lalu menekan bagian bawah perutnya untuk kosorong keatas. Dari perut aku mulai menelusur bawah sampai menyentuh kepala Kon tolnya. Dia memejamkan mata sementara aku terus memijit lembut dipangkal paha sampai keslangkangannya sambil sesekali menyenggol Kon tolnya dengan menggosokkan punggung tangannya keKon tolnya. "Geli May, mangnya lon perna liat kon tol ya kamu", katanya to the point. Aku kaget juga atas pertanyaannya. "Belum perna si liat yang sebesar dan sepanjang punyamu, perkasa banget ya Har". "Kalau mau liat, turunin aja cd ku", katanya lagi. Perlahan jari kuselipkan di karet cdnya dan menurunkan cdnya perlahan2 sampai lepas. Nongollah kon tolnya yang berdiri tegak, besar dan panjang dengan bulu rambut yang lebat bersambung sampai kepusar dan dada. "Pegang" katanya singkat dan akupun menuruti sambil mengusap pelan-pelan.
Tangannya mulai berkeliaran, membuka baju kaosku, bra kemudian celana pendek gombrangku. Tinggal CDku yang belum kulepas. Aku dibaringkannya dan kemudian dia melumat bibirku, dan terus menjilat sampai ke toketku dan pentil yang merah coklat. Saat dia mengulum toketku, aku mulai menggelinjang apalagi jarinya mulai menerobos CDku dan dengan lembut menggosok bibir Memekku. Aku bergetar sambil berdengus pendek "Uh..uuh..uuhh..". CDku kemudian dilorotkan dan dibukanya pahaku lebar-lebar. Dia tertegun melihat bibir Memekku yang tipis memerah yang diselimuti jembut yang lebat. "May, jembut kamu lebat sekali ya. Pasti napsu kamu besar ya. Kamu pernah nge ntot May", tanyanya. Aku diem saja karena sudah sangat terangsang akibat jilatannya dislangkangku. "Har", aku mendesah ketika lidahnya mulai beroperasi ketengah-tengah Memekku. Gerakan refleksku menarik paha keatas dan posisi yang kian membuka menambah leluasa lidahnya bekerja lebih dalam keMemekku. Cairan Memekku mulai tumpah membuat dia tambah ganas, dan mulai menyedot keras itilku. Ujung lidahnya bermain lincah, dalam, menelusuri menggesek permukaan dalam Memekku membuat aku tambah bergetar menahan rangsangan kenikmatan. "Uh..uuhh..uuuhhh.." eranganku tambah keras dan pahaku menjepit keras kepalanya dengan kaki yang melingkar kepunggungnya. Dia memutar tubuhnya pelan sambil terus menyedot Memekku.
Posisi 69, aku disuruhnya mengulum kepala Kon tolnya yang besar itu. Lidahku mulai bermain diantara belahan kepala Kon tolnya. Kami berpacu terus dengan posisi 69 sampai "uuuuhhhh..", badanku menggelinjang hebat sambil mengerang keras dengan suara tertahan karena kepala Kon tolnya masih terbenam dalam mulutku. Aku dah nyampe dan kulepaskan kon tolnya dari mulutku. dia masih telentang dengan kon tolnya masih tegak karena belum tuntas. Dia menyuruhku naik keatas perutnya. Dia berbaring dengan bantal 3 susun dipunggung dan kepalanya sambil menyuruh aku duduk diatas kon tolnya yang sengaja diposisikan kearah pusar. Aku duduk mengangkang dengan bibir Memek menempel dikon tolnya, aku mulai menggerakan pantatnya maju mundur perlahan. "Ah..nikmatnya May, aku masukin ya..", gumamnya sambil menahan kenikmatan karena goyangan pantatku. Beberapa saat kurasa cairan Memekku mulai mengalir membasahi kon tolnya, aku makin terangsang. Gesekanku makin menggila membuat aku tersentak-sentak saking nikmatnya. Dia mulai meremas2 toketku yang montok. "Isap dong," dan dia melengkungkan badannya berusaha mengulum toketku. "Uuuhhh..uuuuhhh.., terussss ..."pintaku sambil bertambah cepat menggesek Memekku kekon tolnya. Lebih dari 15 menit kemudian aku mengerang tersendat kenikmatan.
Dia tau aku akan nyampe lagi, "Ayo putar badanmu" dan secepatnya aku berbalik dengan Memekku menantang didepan mulutnya. Dia menarik pantatku dan lagi-lagi disedotnya bibir Memekku sambil sesekali lidahnya dijulurkan mengilik itilku. kon tolnya Terbenam lebih dari separuh dimulutku, kepalaku turun naik mengocok kon tolnya dalam mulutku. Erangan tertahan dan desahan kenikmatan mengiringi puncak permainan. Tiba-tiba aku menekan pantatku kuat-kuat kemulutnya sambil mendesah panjang dengan kon tolnya dimulutku ..."ooohh". Diapun demikian, dikepitnya kepalaku dengan kakinya ...dan ...creet..creet..creeettt... pejunya ngecret semuanya dimulutku. "belum dimasukin udah nikmat gini ya, apalagi kalo dimasukin", desahku. "Kamu mau dimasukin Ya May. kita berbagi kenikmatan ya".
"Aku laper". "Ya udah, kita mandi dulu, terus baru cari makan malem". Dikamar mandi, kita saling menyabuni. kon tolnya ngaceng lagi, kukocok2 kon tolnya pelan2. "kon tol kamu besar banget sih". "Pernah ngerasain yang besar begini Nes". "Belum". "Ya nti kamu bisa ngerasaain May, asal janga ketagihan aja". aku cuma senyum aja dengernya. Selesai mandi, aku memakai kaos oblong merah dengan celana gombrang khaki. Kemudian aku pergi dengannya ke resto didepan komplex untuk cari makan malam. Dia makin brani ngisengin aku, ngelus toket dan paha, malah sesekali dai remes2 toketku, kebetulan restonya sepi dan kita milih tempat yang mojok dan rada tersembunyi. Jadilevel napsuku tetep terpelihara akibat ulahnya itu.
Selesai makan malam, kita kembali kerumah lagi. aku memutar film biru koleksi ortu. Dengan 2 bantal besar diatas karpet tebal kami berdua duduk berdampingan sambil nonton film. Permainan panas di film itu membuat aku mulai bergerak menempel kebadannya dan kemudian rebah diatas pahanya. Dia mengulum bibirku dengan lembut sambil tangannya mulai bergerak dengan sentuhan halus ke toketku yang tanpa bra itu. Aku menggelinjang saat dia mulai agresif memainkan pentilku. "Aku digesek lagi ya..!" pintaku bernafsu. Aku mencium dan menjilati jari-jarinya. Kemudian dia melepaskan tangannya dari ciumanku dan kembali meremas toketku dari balik kaosku. Dipilinnya pentilku secara bergantian. Aku makin menggeliat karena napsuku sudah memuncak. Tangannya kutarik menjauh dari toketku. Kubawa ke arah perutku. Segera dia mengilik2 puserku sampai aku menggeliat kegelian, "geli". Tangannya segera menyusup ke bawah dan menemukan karet celana gombrongku. Tangannya berusaha merayap terus ke bawah menyelip kedalam cdku sampai menyentuh jembutku. Jangkauannya kini maksimal, padahal target belum tercapai. Aku menaikkan badanku sedikit dan kini jari-jarinya bisa mencapai belahan Memekku. Memekku sudah basah, sehingga jari tengahnya dengan mudah menyusup ke dalam dan menemukan itilku yang sudah mengeras. Dia lalu memainkan jari tengahnya. Pinggulku mengikuti irama sentuhan jari tengahnya. Aku menggelinjang. "lepasin ja pakeanku semuanya", pintaku.
Segera dia mengangkat kaosku keatas, aku mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia membuka kaosku. Kemudian dia menarik celana gombrangku bersama cdku, aku mengangkat pantatku untuk mempermudah dia melepasnya. Setelah aku berbugil ria, segera diapun melepas semua yang menempel dibadannya. Kon tol besarnya sudah tegak dengan kerasnya. Dia berbaring dengan 2 bantal susun dipunggungnya. Aku menunduk mengulum kepala kon tolnya. Hanya sebentar karena dia menyuruhku menduduki kon tolnya yang lagi-lagi melipat kearah pusar dengan posisi membelakangi dia. Aku mulai bergerak pelan memaju-mundur pantatku untuk menggesekkan Memekku ke kon tolnya. Tangannya dari belakang mulai beraksi memijit-mijit toketku. Aku menjadi sangat liar, menggeliat sambil tak henti-hentinya mendesah kenikmatan. Gerakan dan sentakanku makin cepat dan keras sampai suatu saat kuundurkan pantatku agak kebelakang dan kon tolnya lepas dari jepitan bibir Memekku. kon tolnya yang agak terangkat sudah berhadapan dengan bibir Memekku yang basah itu dan....bleeessss..kepala dan separuh kon tolnya yang tegang keras itu amblas kedalam Memekku. "AAaaaahhhh", seruku. "Kenapa, sakit", tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepala, bukannya sakit tapi nikmat banget. Sesek rasanya Memekku kemasukan kon tolnya yang besar banget itu. Memekku berdenyut mencengkeram kon tolnya, giliran dia yang mendesis, "nikmat banget Memekmu, bisa ngemut Kon tolku".
Dia membalikkan badanku dan sehingga aku terlentang diatas karpet. Dia menundukkan mukanya dan mengulum bibirku sambil menggeser badannya keatas. Dengan pelan ditusukkannya kon tolnya keMemekku. Diteruskannya dorongannya dan kepala kon tolnya mulai memaksa menerobos masuk keliang Memekku. "Ouuhh.." kembali aku melenguh. Dikocoknya kon tolnya pelan sehingga kian dalam memasuki Memekku. Pelan tapi pasti dan akhirnya kurasakan seluruh Memekku penuh terisi kon tolnya. Memekku yang sudah basah itu masih terasa sempit buatnya, "May, sudah basah gini masih sempit aja Memekmu, nikmat banget deh, mana terasa banget empotannya. Terus diempot ya May". Dihunjamkannya lagi kon tolnya, walau terasa sangat sesak tapi nikmat, "Ooohhh..." aku mulai menggeliat, kaki kuangkat, melingkar kepahanya sementara kepalaku terangkat, mendongak kebelakang dengan mataku membelalak.
Tangannya bereaksi cepat, toketku diremas pelan sembari pentilnya dipijit, membuat aku makin menggila, berdesah panjang kenikmatan, "uhhh, peluk aku dong". Dirapatkannya badannya kebadanku dan aku merangkul ketat punggungnya. Goyangan pantatnya turun naik makin cepat sehingga bersuara "plook..ploook" karena begitu banyak cairan yang mengalir dari Memekku. Dia kemudian mengganti posisi.
Aku disuruh nungging pada sandaran sofa dengan posisi pantat sedikit terangkat, kaki mengangkang. Digesekkannya kepala kon tolnya ke bibir Memeknya beberapa saat, baru dihunjamkannya pelan. ! "Aaaahhh", erangku ketika kepala kon tolnya mulai menekan dan menerobos masuk ke liang Memekku. Baru setengah kon tolnya masuk, "Aaauuhhh...." mataku terbelalak saking nikmatnya. Kemudian dia mulai mengocok kon tolnya keluar masuk Memekku. Aku kembali mengelinjang, menahan enjotan pantatnya. Terasa kon tolnya makin keras dan kepalanya makin membesar karena gesekan di dinding Memekku. "Ooohhh..oooohhhh" gumamku, karena dia mempercepat enjotannya.
Tiba-tiba dia menahan gerakan pantatnya, ditariknya keluar sehingga hanya sebagian kon tolnya yang masih terbenam lalu disentakkannya cepat dengan gerakan pendek, kemudian ditekannya rapat kepantatku hingga semua kon tolnya tertanam dalam Memekku, lalu dibuatnya gerakan memutar. Otomatis kepala kon tolnya berputar bak bor mengesek ketat dinding Memekku. "uaahhh....terus ...enaaakkk!" desahku. Tidak puas hanya menikmati putaran "bor" nya, aku ikut mengenjot keras pantatku ke belakang dan... "uuhhh..uuuhhh" kami berdua sama-sama mengerang nikmat. lebih dari 20 menit kami berpacu dengan posisi demikian, aku makin keblingsatan dengan erangan-erangan tak keruan. Dia tahu kalau aku sudah akan nyampe.
Aku ditelantangkan diatas sofa dengan kaki kiri menjuntai lantai dan kaki kanan bergantung pada sandaran sofa. Paha ku terbuka lebar dan bibir Memek ku sedikit membuka setelah disodok kon tolnya sejak tadi. Kini dia mulai membungkuk diatas badanku dan dengan tangan kiri menopang badannya, tangan kanannya menuntun kon tolnya kearah bibir Memekku. "Ayo..masukin !" pintaku. Kepala kon tolnya mulai menghunjam. "Aaahhhh..!" erangku saat seluruh kon tolnya disodok masuk dan mulai dikocok turun naik langsung dengan frekuensi tinggi dan cepat. "Ah..ah..ah..ah." aku tiada hentinya melenguh, badanku menggeliat dengan kepala sebentar naik sebentar turun menahan geli dan nikmat yang amat sangat. Dia terus mengocok dengan kecepatan tinggi dan menggila. Kenikmatanku sudah memuncak. "Auuuh..m..m.." tanganku melingkar ketat dipunggungnya dengan paha dan kakiku ikut membelitnya. "Tahan dikit May..!" bisiknya dikupingku sambil mempercepat sodokannya. "Aaaahhhhhhh..!" aku menjerit panjang, kukuku serasa menembus kulit punggungnya, mengiringi puncak kenikmatanku. Berbarengan dengan lenguhan panjang, dia menyodok keras kon tolnya ke Memekku diimbangi dengan goyangan kencang pantatku yang berusaha mengapung keatas, Otot-otot bibir Memekku serasa berdenyut-denyut seperti meremas-remas kon tolnya. Crreeeettt...pejunya ngecret didalem Memekku, hangat, membuat aku merem melek sejenak. Kami berdua sama-sama nyampe. "puas sekali nge ntot denganmu..!" desahnya. Kami masih berpelukan sebentar dengan kon tolnya masih terbenam di Memekku, berciuman.
"Gimana rasanya May." tanyanya saat berdua dikamar mandi. "Mmmm..enak banget , Kontol kamu kerasa sekali ngegesek Memekku, besar soalnya sampe Memekku sesek jadinya" jawabku sambil tersenyum. Kami saling membersihkan diri. dia meremes2 toketku dan menggosok pelan Memekku, sedang aku mengocok2 kon tolnya yang sudah melemas. Selesai mandi, kami meneruskan nonton film BF yang tadi distop karena sudah pengen maen, sambil berbaring di karpet ruang tengah dalam keadaan telanjang bulat. Aku mengocok2 kon tolnya dengan cepat dan keras, sebentar saja sudah ngaceng lagi. "Kamu kuat banget ya, baru ngecret udah ngaceng lagi", kataku. "Abis dikocok sama kamu sih, mau lagi ya kamu". "Iya lah, aku kepingin disodok Kontol kamu lagi". Ketika mengocok2 kon tolnya aku terangsang juga, Memekku sudah basah lagi, apalagi ketika ngocok kon tolnya, dia ngitik2 itilku.
Dia telentang dan aku menaiki tubuhnya. Dengan posisi setengah merayap, aku menjilati mulai dari bawah kon tolnya keatas, berputar sejenak di celah kepala kon tolnya kemudian mulai dengan mengulum lembut sambil mulutku turun nik mengocok kon tolnya. "Ooohhhh...ooouuuhhh", gilirannya bergumam tidak jelas. Puas mengocok kon tolnya dengan mulutku, aku langsung duduk diatas perutnya dan kuarahkan kon tolnya kebibir Memekku yang sudah basah. "Aaaahhhh...!" desahku sambil mencengkeram dadanya ketika kon tolnya amblas kedalam liang Memekku dengan mulus. Kocokan demi kocokan dipadu goyangan pantatku membuat kami berdua sama-sama merem melek dengan desahan-desahan panjang berulang-ulang. Dengan Kontol yang masih menancap ketat pada Memekku, dia memintaku menurunkan badanku kebelakang sambil kedua tanganku bertopang kebelakang, dia menyodokkan pantatnya kedepan. Luar biasa...kon tolnya seolah-olah tertarik kalau pantatnya bergerak kebelakang dan seperti mau patah bila ia menyodok kedepan, terjepit rapat diantara bibir Memekku. Dengan kepala mendongak kebelakang kadang terangkat, aku makin gila menggoyang pantatku, "Uuuhhh... ggghhh..!"erangku tidak jelas. Cairan pelicin Memekku meleleh hangat sampai kebawah kon tolnya. "Hhuuu....huuuu...huuuuuu!" aku kian ganas dan seketika merubah gayaku, duduk diatas pangkal pahanya dengan Kontol tetap tertancap diMemekku, hanya pantatku saja yang bergerak maju mundur dengan cepat. kon tolnya terasa berdenyut-denyut dicengkeram bibir Memekku. Bercampur aduk rasa nikmat yang kudapat dari permainan ini. "ngghhh..!" aku sudah mendekati puncaknya. "Remes toketku dong!" pintaku sambil menarik tangannya. Diremasnya toketku, kian kuat remasannya makin kuat sentakan pantatku dibarengi dengusan napasku yang memburu. "Aaaaaaahhhhhh..!" aku menyentak dengan histeris beberapa saat dan kemudian terdiam, roboh keatas badannya dengan jari tanganku mencengkeram kuat kedadanya menimbulkan merah goresan kuku yang panjang.
"Nikmat ya May", katanya tersenyum melihat badanku yang terkulai lemas menindih tubuhnya. "Aku akan membuatmu lebih puas, sayang!". "Aku capek...tapi..kamu belum ngecret ya.!? kataku seraya beringsut turun dari atas badannya dan telentang pasrah. dia mengambil handuk basah dan me lap bibir Memekku dengan lembut. Aku tersenyum sambil mengepitkan pahaku. Gantian aku membersihkan kon tolnya yang tetap ngacung dengan keras. Dia memelukku dan mulai menggeluti tubuhku lagi. Bibirku dikulumnya dengan nafsu, turun kebawah dijilatinya pentilku. Aku menggelinjang pelan, dia meneruskan permainannya meraba bibir Memekku menyentuh itilku dan digesek pelan. Kedua pahaku terbuka lagi dan untuk kedua kalinya Memekku basah. Dia gak bisamenguasai nafsunya lagi, dengan cepat berlutut diantara kedua pahaku dan mengatur posisi kon tolnya tepat diatas lubang Memekku, merendahkan badannya dan bleeesssss....kon tolnya langsung menerobos masuk liang Memekku. "Aaauuhhhh..!" aku melenguh panjang ketika dia menekan kuat dan mulai memainkan pantatnya turun naik. Saat serangan kon tolnya kian gencar, mataku seakan tinggal putihnya kadang mendelik kadang terpejam dengan desisan panjang pendek. Sepertinya dia pingin benar-benar puas menikmati tubuhku.
Diangkatnya kaki kiriku kebahunya dan badanku dimiringkan dengan kaki kanan tetap lurus. Liang Memekku seakan bertambah terbuka dengan posisi demikian. Dengan setengah berlutut, dimasukannya kon tolnya dalam-dalam keliang Memekku, dan dikocok keluar masuk dengan cepat. Uuhh..uuhh..uuhh.." aku mendesis berulang-ulang menahan serangan kon tolnya. Tangan kananku dengan gesit menggosok-gosok itilku sambil kon tolnya tetap keluar masuk liang Memekku, membuat aku menjadi liar dan keblingsatan. Kedua bongkahan toket kuremas-remas sendiri dan kepala sebentar-sebentar kuangkat dengan mulut kadang ternganga lebar kadang mendesis tertahan. Puas mengocok dengan posisi demikian, dia mengganti lagi posisi kami.
Aku disuruhnya menelungkup dengan pantat sedikit nungging keatas dan paha sedikit mengangkang membuat bibir Memekku kelihatan merekah dan menantang. Dengan posisi jongkok digosok-gosokkannya kepala kon tolnya mulai dari pantat sampai kebibir Memekku, tanganku bergerak cepat kebelakang memegang kon tolnya dan menuntun ketengah Memekku, "Ayo dong." Sambil memegang pantatku, dia mendorong masuk kon tolnya masuk keliang Memekku. Dengan pelan kepala kon tolnya menerobos masuk. Begitu hampir setengah masuk, disentakkannya agak kuat dan..."blessss..hampir seluruh kon tolnya tenggelam. "Haahh..!" aku menjerit tertahan dengan kepalaku terangkat. Dia mendiamkan sekian detik untuk merasakan denyutan Memekku mencengkeram kon tolnya, baru kemudian dikocoknya maju mundur dengan pelan. Sembari mengocok, tangannya merayap dari belakang menggapai toketku dan mulai meremasnya. "Ooouuuhhh...oouuuhhh" aku mendesah berkali-kali ketika kon tolnya mulai membabibuta keluar masuk liang Memekku. Punggungku kadang melengkung kebawah kadang keatas dengan pantat bergoyang kiri kanan membuat dia keblingsatan dan makin kencang menggempur Memekku. Cairan Memekku makin banyak mengalir sampai-sampai turun membasahi biji pelernya. Aku merasakan kegelian dan kenikmatan yang amat sangat seakan menjalar keseluruh syaraf ditubuhku. "Ssshhh..sssshhhh..!" aku mulai bergumam tak keruan mengiringi genjotannya yang tambah menggila. kon tolnya terasa makin keras dan membesar, pertanda dia sudah mulai mencapai puncak kenikmatan. Aku pun demikian kondisinya, badanku bergetar hebat dan tanganku menggapai karuan kiri kanan mencengkeram bantal karpet. "Huuuhhh...hhuuuhhhh....!" aku bagai kesurupan.
Dia mencabut kon tolnya dengan tiba-tiba, bergerak duduk diatas karpet sambil bersandar dikaki sofa dengan kaki menjulur lurus kedepan setengah terbuka. Aku disuruh duduk diatas pangkuannya dan ..blesss..Memekku menelan semua kon tolnya dan tanpa diminta aku langsung menggenjot cepat. Kami berpelukan rapat, mulut saling berpagutan penuh nafsu, saling mengulum sementara pantatku bergerak histeris memburu puncak kenikmatan yang kian dekat. "aaaahhhhhhh...!" aku sudah hampir dipuncak surga dunia dan sesaat kemudian dia mendorong badanku terlentang. Sekali lagi, dengan sigap dia merubah posisi, tengkurap diatas tubuhku dan menggenjotkan kon tolnya sekuat-kuatnya ke Memekku. Bibir kami kembali saling mengulum sambil berpelukan. Kaki dan tanganku merangkul ketat badannya menahan hentakan-hentakan pantatnya yang mendorong kon tolnya keluar masuk Memekku. Detik demi detik kami rangkuh kenikmatan itu bersama-sama....sampai akhirnya, "Aaaahhhhhhhh..!" aku mengerang panjang mencapai puncak dengan kuku jari tanganku menancap kuat kepunggungnya. "Aaauuuhhhh....May !" dia mendesah panjang, ditekannya kuat-kuat berulangkali pantatnya dengan cepat dan pada hunjaman terakhir....blesss....pangkal kon tolnya dan bibir Memekku seakan jadi satu..dan sesaat kemudian..creetttt..crreeetttt... pejunya berhamburan keras memenuhi liang Memekku. "Ooohh..ooohhhh..!" aku menerima terjangannya yang terakhir berbarengan semburan pejunya yang terasa hangat di Memekku. Sungguh nikmat rasanya. Berkali-kali kami melakukan itu sampe waktunya kembali ke skolah lagi.
Tuesday, April 14, 2015