Terinspirasi dari seringnya seri Harry Potter disiarkan di tv (walaupaun yang menjengkelkan acara stasiun tv yang bersangkutan yang dimuat di surat kabar sering tidak sama dengan kenyataannya, jadi ku berpikir apa gunanya mencetak acara tv tersebut di surat kabar kalu sering tidak sama dengan kenyataannya), ku mencoba untuk menulis kembali cerita2 sex seperti dahulu. Tentunya cerita yang kutulis ini tidak bermaksud untuk menceritakan sihir2nya tetapi kenikmatan yang didapat Harpot dari temen2 prempuan yang selalu ada disekitarnya dalam cerita aslinya, Ginny, Fleur, Chochang, Hermione dan Luna. Seperti biasa cerita ini dilihat dari sisi prempuannya dan cerita ini setelah masa damai terjadi di dunia sihir setelah musnahnya Voldemort dan geng nya.
Satu hari Harry mengajak ku untuk maen kerumah Bill dan Fleur yang terletak di tebing curam di tepi pantai. Pemandangan yang indah bisa dinikmati terutama ketika sunrise dan sunset dari rumah Bioll dan Fleur. Keika itu kami sudah menyelesaikan sekolah di Hogwarts dan masih menunggu proses penerimaan sebagai karyawan di Departemen Sihir. Harry karena pada tahun terakhirnya di Hogawrts tidak menyelesaikan pelajarannya, maka kami berdua bersama2 menempuh tahun ke 7 dan berhasil lulus dengan baik. Bill itu kakakku yang menikah dengan Fleur, prempuan cantik dari Sekolah sihir Beauxbatons di wilayah Perancis. Bill mengatakan bahwa di bibir pantai ada cottage kecil yang bisa dipakai untuk santai2. Maka aku dan Harry pun maen2 ke cottage itu. Ketika itu dah siang mendekati tengah hari.
Aku membawa makanan dan minuman secukupnya untuk santai2 di cottage kecil milik Bill, disana tersedia juga peralatan untuk snorkeling dan diving. Karena aku dan Harry belon pernah diving, maka kamu memutuskan untuk mencoba snorkeling saja di laut, kata Bill panorama bawah laut dipantai itu indah banget. Cuaca sangat cerah, laut sepertinya tanpa ombak. Segera aku cuma mengenakan bikini ku karena Harry sudah menunggu untuk snorkeling. Dia membelalak melihat bodiku yang tertutup bikini yang minim itu. Toketku si gak besar2 amat tapi bisa membuat lelaki menlen ludah si kalo melihatnya, palagi ditutupi bra bikini yang minim gitu. "Say, kamu seksi amat". Harry memang lon pernah melihatku mengenakan bikini seminim itu. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Aku mengulaskan krim tabir surya keseluruh badanku, Harry kayanya ingin ngebantuin aku, sambil meraba2 aku pastinya, aku senyum dan menolak bantuannya. Dia cuma nyengir aja. Dia memberiku kacamata snorkeling yang ada peranti untuk bernapas dan pelampung sehingga gak usah kawatir tenggelem serta sepatu sirip untuk memudahkan berenang.. Kami mulai latihan di pinggir pantai dulu untuk membiasakan memakai kacamata snorkeling dan cara bernapas sambil melakukan snorkeling. Setelah aku terbiasa dengan kaca mata itu, aku diajaknya ke lokasi yang sedikit lebih dalam. Pemandangan bawah airnya indah sekali, jauh lebih indah katimbang ngeliat di akuarium laut.
Tidak puas hanya snorkeling saja, Harry mengajakku sedikit diving. Pelampung dilepas dan dibiarkan mengambang saja, karena lautnya tenang kami gak kawatir pelampuingnya hilang dibawa ombak. Kita mecoba untuk sedikit menyelam sambil latihan menahan napas. kemudian kami menyelam. Aku bisa lebih dekat dengan objek yang kulihat dari permukaan. Karena gak bisa menahan napas lama, sebentar2 aku harus kepermukaan untuk menahan napas sambil ngecek apakah pelampungnya masi ada dipermukaan atau hanyut dibawa ombak. Tapi menyenangkanlah bersama Harry di laut. Harrypun mulai usil, beberapa kali toketku sengaja digesek dengan lengannya. Aku kembali tersenyum membiarkan. Dia makin berani, toketku malah dirabanya. "Say, kamu napsuin deh", katanya to the point. "Masak sih kamu napsu ngeliat aku". "Aku kan blon perna liat kamu pake bikini gini, aku pengen ngeremes jadinya", katanya sambil langsung meremes toket ku. "Ih, kamu jail deh, masak ngeremes ditengah laut gini sih, balik aja deh, aku dah mulai laper". Aku gak tau udah berapa lama, kita main2 dilaut, tapi kayanya matahari sudah condong sekali ke barat ketika kami balik ke cottage.
Harry mengajakku ke membilas diri di shower kamar mandi, Harry memeluk aku dari belakang dan mulai meremes2 toketku lagi sabil menjilati leherku. Aku membalas dengan meremas kon tolnya. Terasa kon tolnya sudah keras sekali dibalik celana pendek gombrongnya. Yang mengejutkanku ukurannya, terasa besar sekali dan panjang. "Har, besar sekali". "Mau ngerasain say, belon pernah ya ngerasain yang besar seperti punyaku", jawabnya.
Rasa lapar mengalahkan keinginan untuk terus saling remes dibawah shower. Kami keluar dari kamar mandi masi mengenakan pakean renang yang basah itu, cuma dikeringkan dengan anduk aja/ Aku masi sungkan untuk melepas bikiniku didepan Harry. Maklum baru pertama ini aku hanya berdua dia ditempat yang sunyi kaya gini. Aku menyiapkan makan malem dan kami makan malem sembari ngobrol dan becanda2. Harry mengelus2 pahaku terus. Paha kukangkangkan. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam, "Aaaahhhh", erangku, karena napsuku mulai naik. "Kenapa say, napsu ya", katanya. "Tanganmu nakal sih", kataku terengah. "Abis kamu napsuin sih", jawabnya dengan tetap ngelus2 pahaku, elusannya makin lama makin naik ke atas.
Kini tangannya mulai meraba dan meremes nonokku dari luar cd bikiniku. Aku semakin terangsang karena ulahnya, "Aku jadi napsu nih", bisikku. Dia kayanya mempermainkan napsuku deh, setelah napsuku naik, dia menghentikan aksinya dan mengajakku menggunakan fasilitas karaoke yang ada, dia mengambil 2 mike dan mulai menyetel peralatannya. Kami nyanyi lagu2 kesukaan kami sampe leher kering jadinya, Aku mengambilkan minum untuk kita berdua. Diluar sudah gelap, Kami menutup pintu dan jendela karena berisik banget kedengeran suara ombak yang memecah dipantai, Korden pun ditutup walaupun tempat itu memang bener2 terpencil karena memang rumah Bill dibuat ditempat yang terpencil jauh dari keramean.
Bosen karaoke, dia meliat2 koleksi dvd yang ada bercampur dengan dvd lagu2 karaoke, kayanya dia nemu dvd film biru. Langsung aja diputer dan kita duduk bersebelahan menikmatinya. Asiknya ceweknya tampang asia, cowoknya bule. Mereka maennya di kolam renang. Mulai dari ngelus, ngeremes, ngemut sampe akhirnya ngenjot dalam berbagai posisi. Harry kembali menggerayangi toketku. Aku hanya mendesah2 aja menikmati rabaannya tanpa melalkukan serangan balasan. Harry membereskan sofa yang dapat diubah menjadi dipan besar, dihampari selimut sebagai alas. Dia mengambil bantal dari kamar dan mematikan lampu. Suasana remang2 karena hanya disinari lampu dari kamar. Romantis sekali suasananya karena hanya terdengar demburan ombak yang masih bisa kedengeran walaupun pintu dan jendela dah ditutup.
Aku berbaring di dipan. Dia terus meremas-remas gundukan di selangkanganku. Aku merespon dengan gerakan pinggulku yang menekan-nekan tangannya. Kemudian jarinya menguak cdku dari samping. Jari tengahnya dengan trampil mencari belahan nonokku. Jari tengahnya mulai menelusuri kehangatan sekaligus kelembaban di balik jembutku. Sampai akhirnya mendarat di itilku. Daging kecil itu sudah mengeras. Dia segera berkosentrasi pada bagian itu. Aku tidak mampu menahan kenikmatan akibat gelitikan jarinya di itilku. Aku makin erat memeluknya dan dia makin intensif memainkan jariku di itilku. Aku tidak bisa memperkirakan berapa lama jarinya bermain di itilku. Akhirnya aku mengejang. Aku nyampe. "Har, belum apa2 aku dah nyampe. Hebat ih permainan jari kamu. Apalagi kon tol kamu ya", kataku terengah.
Dia mengangkangkan pahaku dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan. Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku. "Kamu pinter banget ngerangsang aku, udah biasa ngerangsang cewek2 ya", kataklu terengah. CD bikiniku yang minim itu dengan mudah dilepasnya, demikian pula bra bikiniku dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke nonokku yang sudah sangat basah. Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada nonokku itu. Lidahnya menyusup ke dalam nonokku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati itilku. "Aku sudah pengen dien tot, Har", aku mengerang saking napsunya.
Dia menghentikan aksinya, kemudian memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat. Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kon tolnya rupanya sudah ngaceng berat. Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan kon tolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. "Aah", lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga. Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku.
Tangannya bergeser dari pantatku ke arah nonokku, "Aah", kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik nonokku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian. Sementara itu jarinya mulai mengelus2 nonokku yang sudah sangat basah itu dan kemudian kembali menjadikan itilku sasaran berikutnya. Digerakkannya jarinya memutar menggesek itilku. Aku menjadi lemes dipelukannya. "Say, napsu kamu gede banget. Dikilik sebentar aja udah basah begini, padahal kamu baru nyampe blon lama kan", katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi.
Dia membuka celananya, sekaligus dengan cdnya. Ternyata kon tolnya besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah ngaceng berat. Kalo dikeatasin ujung kont olnya melewati pusernya. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup ditembok. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka. Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 nonokku. nonokku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya kon tol besarnya dengan lebih mudah. Kepala kon tolnya sudah terjepit di nonokku. Terasa sekali kon tolnya sesek mengganjal di selangkanganku. "Aah, gede banget si kon tolmu", erangku. Harry diam saja, malah terus mendorong kon tolnya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika kon tolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan kon tolnya yang besar itu. Pelan2 dia menarik kon tolnya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk kon tolnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan kon tolnya nancep semua di nonokku. "Aah, enak banget kon tolmu", jeritku. "Nonokmu juga peret banget say", katanya sambil mengenjotkan kon tolnya keluar masuk nonokku. "Huh", dengusku ketika terasa kon tolnya nancep semua di nonokku. Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku. Nonokku terasa berdenyut meremes2 kon tolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai meremes toketku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotan keluar masuk kon tolnya makin dipercepat. Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan kon tolnya di nonokku. "Enak Har, enjotin yang keras, aah, nikmatnya", erangku gak karuan. Keluar masuknya kon tolnya di nonokku makin lancar karena cairan nonokku makin banyak, seakan menjadi pelumas kon tolnya.
Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Tangannya kembali meneruskan tugasnya meremes2 toketku. Sementara itu, kon tolnya tetep dienjotkan keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali2 menggesek pantatku ketika kon tolnya nancep semuanya di nonokku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot nonokku. Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan kon tolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan kon tolnya sehingga rasanya kon tolnya nancep lebih dalem lagi di nonokku. "Terus , enjot yang keras, aah nikmat banget deh dien tot kamu", erangku. Dia makin seru saja mengenjot nonokku dengan kon tolnya. Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan kon tolnya pada nonokku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, nonokku mengejang dan "aku nyampe aah", teriakku. nonokku berdenyut hebat mencengkeram kon tolnya sehingga akhirnya, kon tolnya mengedut mengecretkan pejunya sampe 5 semburan. Terasa banget pejunya yang anget menyembur menyirami nonokku. Kon tolnya terus dienjotkan keluar masuk seiring ngecretnya pejunya. Napasku memburu, demikian juga napasnya. "Say, gak apa2 kan aku ngecret didalem nonokmu", katanya. "Gak apa2 kok, aku lagi gak subur Har". Kon tolnya terlepas dari jepitan nonokku sehingga terasa pejunya ikut keluar mengalir di pahaku.
Dia segera berbaring didipan. "Say, nikmat banget deh no nok kamu, peret dan empotannya kerasa banget", katanya. "Kamu sudah sering ngen totin cewek2 ya, ahli banget bikin aku nikmat". Dia gak jawab, dia bangun dan masuk kamar mandi. Dia membersihkan dirinya sementara aku masih saja telentang di dipan menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, duduk disampingku yang terkapar telanjang bulat. Kamu bener2 napsuin deh say", katanya. Aku hanya tersenyum. Dia berbaring disebelahku dan memelukku, "Say, aku pengen lagi deh", katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu lagi, tapi aku suka lelaki kaya begini, udah kon tolnya gede dan panjang, kuat lagi ngen totnya. Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara itu tangannya mulai meremes2 toketku dengan gemes. Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya toketku.
Pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. "Aah, kaqmu napsu banget sih, tapi aku suka banget", erangku. Toketku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutku, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui jembutku mengilik2 nonokku.
Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik nonokku. "Aah", aku melenguh saking nikmatnya. Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di nonokku, otomatis kon tolnya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik no nok dan itilku dengan lidahnya, kon tolnya kuremes dan kukocok2, keras banget kon tolnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2 itilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.
Enggak lama aku mengemut kon tolnya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, kon tolnya ditancapkannya di nonokku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget kon tolnya mengisi seluruh ruang nonokku sampe terasa sesek. Nikmat banget ngen tot sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi enjotan kon tolnya itu. Cukup lama dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut kon tolnya dari nonokku. Dia turun dari dipan dan duduk di kursi yang ada didekat dipan, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat.
Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan kon tolnya yang masih ngaceng itu masuk ke no nokku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 kon tolnya mulai ambles lagi di nonokku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya kon tolnya mendesak masuk nonokku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku. Aku mulai menaik turunkan badanku mengocok kon tolnya dengan nonokku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. "Aah, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi", erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok kon tolnya yang terjepit erat di nonokku. Nonokku mulai berdenyut lagi meremes2 kon tolnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan kon tolnya sedalam2nya di nonokku sambil mengerang2. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok kon tolnya dengan nonokku. Aku memeluk lehernya supaya bisa tetep mengenjot kon tolnya, denyutan nonokku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya, "Say, empotan nonokmu kerasa banget deh, mau deh aku ngen tot ama kamu tiap hari". Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan "AAAh aku nyampe", teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya. Hebatnya dia belum ngecret juga, kayanya ronde kedua met dia bisa ngen tot lebih lama. "Cape say", tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. "He eh", jawabku singkat.
Pelan dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, kon tolnya lepas dari jepitan nonokku. kon tolnya masih keras dan berlumuran cairan nonokku. Kembali aku dimintanya nungging didipan, doyan banget dia dengan doggie style. Aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu. Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah nonokku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati nonokku dari belakang. Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan nonokku terlihat jelas dari belakang. Dia menjilati nonokku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera dien tot, "nakal deh kamu, ayo dong cepetan aku dien totnya".
Dia berdiri dan memposisikan kon tolnya dibibir nonokku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot nonokku dengan kon tolnya, makin lama makin cepat. Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi enjotan kon tolnya dinonokku. Jika dia mengejotkan kon tolnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut kon tolnya supaya nancep sedalam2nya di nonokku. Toketku berguncang2 ketika dia mengenjot nonokku. Dia meremes2 toketku dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. "Terus Har, nikmat banget deh", erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes kon tolnya. Dengan gerakan memutar, itilku tergesek kon tolnya setiap kali dia mengenjotkan kon tolnya masuk. Denyutan nonokku makin terasa keras, diapun melenguh, "say, nikmat banget empotan no nok kamu". Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, "aah nikmatnya, aku nyampeee". Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke dipan karena lemesnya.
Aku ditelentangkan di dipan dan segera dia menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali kon tolnya di nonokku. Kon tolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena nonokku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe. Dia mulai mengenjotkan lagi kon tolnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan kon tolnya. Dia terus mengejotkan kon tolnya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, leherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku. Sementara itu enjotan kon tolnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengen toti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi. Kon tolnya terus saja dienjotkan keluar masuk.
Perutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagi dien tot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi enjotan kon tolnya. nonokku makin mengedut mencengkeram kon tolnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya, "terus, yang cepet, aku udah mau nyampe lagi", teriakku. Dia dengan gencarnya mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dan, "Aah aku nyampe lagi", aku berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejunya yang kuat di nonokku. Diapun ngecret dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya ngecret dinonokku. "Kamu kuat banget deh ngen totnya, mana lama lagi. Nikmat banget ngen tot ama kamu. Kapan kamu ngen totin aku lagi", kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku. "Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngen totin kamu. No nok kamu nikmat banget soalnya", jawabnya. Kita pindah kedalem kamar. Aku terkapar telanjang karena nikmat dan tak lama lagi tertidur.
Paginya aku terbangun karena dia memelukku. Kayanya sarapan pagi bakalan ngerasain kon tolnya lagi keluar masuk nonokku. "Say, aku pengen ngerasain empotan no nok kamu lagi ya, boleh kan", katanya. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku mulai jongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku. Bibirnya kukulum, "Hmmmhh", dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kuciumi dadanya. "Hmmmhhh, aduh say enak ..", rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya , kon tolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok2, "Ahhhhh...Hhhh...Ohhh", dia cuman bisa mendesah doang. Kon tolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya, "Ehmm".
Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut kon tolnya, kemudian aku bilang, "sekarang giliran kamu yach". Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku, kemudian leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya. "Hmhmhmh" ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku. Dia langsung menciumi nonokku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati no nok dan itilku. "Ahhhh", aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar "slurrp...slurrp". dia menyedot nonokku yang sudah mulai basah itu. "Ahhhh...Enak", desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat.
Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan kon tol besarnya di nonokku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake kon tol. Pelan-pelan dia memasukkan kon tolnya ke dalam nonokku. dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh kon tolnya dalam nonokku. Uh...aahh...nikmat banget", desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan kon tolnya dalam nonokku. Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya kon tolnya di nonokku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe, "Ah... aku sepertinya mau nyampe lagi." dia malah mempergencar enjotan kon tolnya dinonokku, "Bareng nyampenya ya say, aku juga dah mau ngecret", katanya terengah. Enjotan kon tolnya makin cepat saja, sampe akhirnya, "aku nyampe aah", badanku mengejang karena nikmatnya, terasa nonokku berdenyut2 meremas kon tolnya sehingga diapun menyodokkan kon tolnya dengan keras, "Say, aku ngecret aah...", terasa semburan pejunya yang deres dinonokku. Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku.
Monday, April 13, 2015